Pernah merasa seharian sibuk, tetapi saat hari berakhir bisnis tetap terasa jalan di tempat?
Pagi dimulai dengan meeting. Siang membalas puluhan chat dan email. Sore mengedit konten media sosial. Malam mengikuti webinar atau networking. Lalu keesokan harinya, rutinitas yang sama kembali terulang.
Sekilas, semuanya terlihat produktif. Namun, apakah semua aktivitas itu benar-benar mendorong bisnis maju?
Fenomena ini sering disebut productive theater kesibukan yang terlihat penting, tetapi tidak memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis.
Banyak founder, terutama yang baru membangun usaha, tanpa sadar terjebak di dalamnya. Mereka menghabiskan waktu untuk menyempurnakan hal-hal yang sebenarnya belum menjadi prioritas.
Contohnya:
-
Mengganti logo berkali-kali dalam satu bulan.
-
Menghabiskan berjam-jam mendesain feed Instagram, tetapi belum pernah berbicara langsung dengan calon pelanggan.
-
Membeli domain, membuat website, dan mencetak kartu nama, tetapi belum pernah mencoba menjual produknya.
Semua itu memang terasa seperti kemajuan. Padahal, belum tentu menghasilkan validasi dari pasar.
Coba tanyakan satu pertanyaan sederhana setiap kali hari kerja berakhir:
"Apa yang benar-benar berubah di bisnis saya hari ini?"
-
Apakah ada pelanggan baru?
-
Apakah penjualan meningkat?
-
Apakah saya mendapatkan masukan penting dari calon pelanggan yang bisa membuat produk menjadi lebih baik?
Jika jawabannya tidak ada, mungkin yang bertambah hari ini hanyalah daftar pekerjaan dan rasa lelah.
Sebagai seorang founder atau CEO, tugas utama Anda bukanlah terlihat sibuk. Tugas utama Anda adalah mengambil keputusan yang membuat bisnis bergerak ke arah yang benar.
Sebelum memulai pekerjaan besok pagi, buatlah daftar sederhana berisi tiga hal:
-
Aktivitas yang paling berpotensi menghasilkan pendapatan.
-
Aktivitas yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan.
-
Aktivitas yang sebenarnya bisa ditunda atau bahkan tidak perlu dilakukan saat ini.
Perhatikan daftar tersebut. Jika poin ketiga justru paling panjang, ada kemungkinan selama ini energi Anda lebih banyak dihabiskan untuk kesibukan daripada pertumbuhan.
Pada akhirnya, bisnis tidak tumbuh karena jam kerja yang lebih panjang.
Bisnis tumbuh karena Anda konsisten mengerjakan hal-hal yang memberikan dampak terbesar.
Bekerja keras memang penting. Namun, bekerja pada prioritas yang tepat adalah yang benar-benar membuat bisnis berkembang.