Panik IHSG Anjlok? Tahu Nggak Apa yang Menggerakkan Ekonomi Secara Nyata?

Setiap kali IHSG anjlok, suasananya kurang lebih selalu sama.

Layar perdagangan memerah. Investor mulai menghitung kerugian. Media ramai membahas penyebabnya. Lalu muncul satu pertanyaan klasik:

“Kapan pasar akan pulih?”

Wajar, pasar modal memang penting. Tapi pernah nggak kita berpikir, apakah ekonomi Indonesia hanya bergerak mengikuti naik turunnya IHSG?

Coba lihat tiga periode ini: 2008, 2020, dan 2026.

Tiga Kejatuhan, Tiga Cerita Berbeda

2008: Krisis keuangan global

Krisis keuangan yang bermula dari pasar perumahan Amerika Serikat berkembang menjadi krisis global. Pasar saham berbagai negara jatuh, termasuk Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana gejolak global bisa memengaruhi pasar keuangan dan keputusan bisnis.

2020: Ketika aktivitas ekonomi ikut terganggu

Pandemi COVID-19 bukan cuma mengguncang pasar saham. Restoran kehilangan pelanggan, rantai pasok terganggu, dan banyak UMKM kesulitan mempertahankan operasionalnya.

Kali ini, dampaknya terasa langsung pada bisnis, pekerja, dan masyarakat.

2026: Ketika kepercayaan pasar dipertanyakan

Pada 16 Oktober 2026, IHSG anjlok sekitar 11,4% dalam satu hari. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah konsultasi MSCI mengenai proposal reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Transparansi kepemilikan saham, free float, aksesibilitas, dan tata kelola pasar menjadi bagian dari perhatian.

Tiga periode, tiga penyebab berbeda. Tapi ada satu pelajaran yang sama:

Ketahanan ekonomi nggak bisa cuma diukur dari naik turunnya IHSG.

Apa yang Sebenarnya Menggerakkan Ekonomi Indonesia?

Coba lihat kehidupan sehari-hari kita.

Ada petani yang menanam bahan pangan, pabrik yang mengolah bahan baku, pedagang yang menjual produk, restoran yang melayani pelanggan, hingga bisnis digital yang membantu usaha berjalan lebih efisien.

Semuanya punya satu kesamaan: mereka menjalankan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketika bisnis membeli bahan baku, supplier mendapatkan pesanan. Ketika usaha berkembang, peluang kerja bisa terbuka. Ketika pelanggan membeli produk atau layanan, pendapatan mengalir kembali ke bisnis.

Dari satu aktivitas, muncul aktivitas ekonomi lainnya.

Karena itu, ekonomi yang kuat bukan cuma tentang harga aset yang meningkat. Kita juga perlu melihat apakah bisnis mampu tumbuh secara sehat, produktivitas meningkat, dan semakin banyak kebutuhan masyarakat yang terpenuhi.

Indonesia Butuh Lebih Banyak Bisnis yang Menyelesaikan Masalah

Di sekitar kita, masih banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan.

Ada UMKM yang membutuhkan pengelolaan keuangan lebih baik. Ada petani yang membutuhkan akses pasar. Ada kebutuhan masyarakat yang belum terlayani secara optimal.

Di balik masalah tersebut, ada peluang untuk menciptakan solusi melalui bisnis.

Tapi punya ide bagus saja belum cukup.

Sebelum memulai usaha, kita perlu memahami siapa calon pelanggan, berapa harga jual yang masuk akal, berapa biaya operasional, dan berapa modal yang dibutuhkan.

Karena omzet besar belum tentu profit besar. Profit besar pun belum tentu cash flow sehat.

Perencanaan bisnis membantu kita memahami apakah sebuah ide layak dijalankan secara finansial sebelum mengambil keputusan besar.

Ekonomi Kuat Bukan Cuma Soal IHSG Naik

Kita nggak bisa mengendalikan IHSG atau menentukan kapan investor global kembali optimistis terhadap Indonesia.

Tapi kita bisa berkontribusi dengan cara kita masing-masing: mengembangkan produk lokal, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, atau membantu UMKM menjadi lebih produktif.

Nggak harus langsung besar. Bisa dimulai dari satu masalah yang kita pahami, satu kebutuhan yang belum terpenuhi, dan satu ide yang direncanakan dengan matang.

Jadi, ketika IHSG kembali menjadi berita utama, mungkin kita nggak hanya perlu bertanya:

“Kapan pasar akan pulih?”

Tapi juga:

“Apa yang bisa kita bangun untuk ikut menggerakkan ekonomi Indonesia?”

Karena ekonomi yang kuat membutuhkan bisnis yang mampu menciptakan nilai, memenuhi kebutuhan, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Ide bagus itu awal. Perencanaan yang matang membantu kita mengubahnya menjadi sesuatu yang nyata.

Sunny Startup — Your Business Planning Assistant.